Program Pendidikan Dokter Spesialis

Perpustakaan Digital Kedokteran Keluarga Layanan Primer

Buku Orientasi, Buku Tematik, Materi Edukasi Pasien, dan Pedoman Program Pendidikan — disusun mengacu Standar Kompetensi Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 tentang Standar Kompetensi Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer.

1
Orientasi
24
Buku Tematik
3
Materi untuk Pasien/Awam
6
Pedoman Program Pendidikan
34
Total Konten
Catatan cakupan: Seluruh 23 Komponen Kompetensi Klinis resmi pada Tabel 10 Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 kini memiliki dokumen utama (B12–B24 melengkapi 13 komponen yang sebelumnya belum tersedia). Setiap buku disusun merujuk standar nasional (Kepkonsil) dan standar internasional (WONCA, AAFP, WHO, CFHA, ACLM, HHS, Got Transition, ISTM — rujukan lengkap tercantum pada masing-masing buku).

Panduan — Kalau Ada Kasus/Kompetensi Apa, Baca Yang Mana?

23 baris pertama mengikuti Tabel 10 Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 (Kompetensi Penatalaksanaan Klinis SpKKLP); 5 baris tambahan melengkapi navigasi ke materi edukasi pasien dan dokumen tata kelola program.

1 Memberikan pelayanan Kesehatan Ibu
Baca dulu:
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-1.
2 Memberikan Pelayanan Kesehatan Bayi dan Anak
Baca dulu:
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-2.
3 Memberikan pelayanan Kesehatan Remaja dan Dewasa Muda
Baca dulu:
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-3.
4 Mengelola Kesehatan Perempuan (di luar konteks hamil-bersalin)
Baca dulu:
Pendukung:
B4
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-4.
5 Mengelola Kesehatan Laki-laki
Baca dulu:
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-5.
6 Mengelola Kesehatan Dewasa dan Pekerja (occupational health)
Baca dulu:
Pendukung:
B2
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-6.
7 Mengelola Kesehatan Lansia
Baca dulu:
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-7.
8 Mengelola pasien dengan penyakit kronis di layanan primer
Baca dulu:
Pendukung:
B6
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-8.
9 Mengelola pelayanan transisional (transitional medicine)
Baca dulu:
Pendukung:
B7
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-9.
10 Melakukan pelayanan kedokteran terapi keluarga (medical family therapy)
Baca dulu:
Pendukung:
B1
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-10.
11 Melakukan pelayanan kedokteran keluarga untuk kebugaran (family medicine wellness)
Baca dulu:
Pendukung:
B2
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-11.
12 Melakukan pelayanan berkompetensi budaya untuk perubahan gaya hidup (cultural competence)
Baca dulu:
Pendukung:
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-12.
13 Melakukan pelayanan paliatif dan hospis
Baca dulu:
Pendukung:
B6
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-13.
14 Mengelola pelayanan kedokteran perkotaan (urban medicine)
Baca dulu:
Pendukung:
B8
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-14.
15 Mengelola pelayanan kedokteran pedesaan (rural medicine)
Baca dulu:
Pendukung:
B8 B7
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-15.
16 Mengelola pelayanan kedokteran masyarakat adat (indigenous medicine)
Baca dulu:
Pendukung:
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-16.
17 Mengelola pelayanan kedokteran sosial (social medicine)
Baca dulu:
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-17.
18 Mengelola pelayanan kedokteran masyarakat rentan/marginal
Baca dulu:
Pendukung:
B8
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-18.
19 Mengelola pelayanan kedokteran perilaku dan penanganan adiksi
Baca dulu:
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-19.
20 Mengelola pelayanan kedokteran perjalanan (travel medicine)
Baca dulu:
Pendukung:
B3
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-20.
21 Mengelola kelembagaan pelayanan kedokteran komunitas
Baca dulu:
Pendukung:
B11
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-21.
22 Mengelola pelayanan kedokteran informatika (RME)
Baca dulu:
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-22.
23 Mengelola penataan manajemen FKTP
Baca dulu:
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 — Tabel 10, Komponen Kompetensi ke-23.
+ Menguasai keterampilan klinis dasar & prosedural layanan primer
Baca dulu:
Pendukung:
B9
Skenario pelengkap navigasi (di luar Tabel 10).
+ Menghadapi kegawatdaruratan & menentukan kapan harus merujuk
Baca dulu:
Pendukung:
M3
Skenario pelengkap navigasi (di luar Tabel 10).
+ Menangani penyakit infeksi/tropis di layanan primer
Baca dulu:
Skenario pelengkap navigasi (di luar Tabel 10).
+ Memahami peran & lingkup praktik dokter keluarga (untuk pasien/awam)
Baca dulu:
Pendukung:
M2
Skenario pelengkap navigasi (di luar Tabel 10).
+ Menjalankan tata kelola pendidikan klinis peserta didik (bagi wahana/pembimbing)
Baca dulu:
Pendukung:
Skenario pelengkap navigasi (di luar Tabel 10).

Orientasi

Peta kompetensi dan peran Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer — mulai dari sini.

U0 Utama

U0 — Orientasi: Peta Kompetensi dan Peran Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Empat tahun ke depan akan penuh dengan istilah baru, dokumen baru, dan tuntutan kompetensi yang terasa tak berujung. Buku ini adalah peta yang membantu Anda melihat ke mana semuanya bermuara sebelum tersesat di tengah jalan.

Buku Tematik

Dua puluh empat Buku Tematik yang memetakan seluruh 23 komponen kompetensi klinis inti layanan primer sesuai Tabel 10 Kepkonsil.

B1 Buku

B1 — Keterampilan Klinis Dasar Kedokteran Keluarga: Pendekatan Holistik dan Berpusat pada Pasien

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Bayangkan dua pasien dengan keluhan yang persis sama — nyeri kepala berulang — namun satu pulang dengan resep pereda nyeri, sementara yang lain pulang dengan rencana perawatan yang mengubah arah kesehatan seluruh keluarganya. Perbedaannya bukan pada obat, melainkan pada cara dokter bertanya. Bab ini membuka alasan mengapa kedokteran keluarga memandang pasien tidak pernah sebagai individu yang berd
B2 Buku

B2 — Pengelolaan Penyakit Kardiovaskular dan Metabolik di Layanan Primer

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Setiap hari, sebagian besar ruang praktik layanan primer di Indonesia dipenuhi pasien dengan satu benang merah yang sama: tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, atau kolesterol tinggi — sering ketiganya sekaligus pada satu pasien. Bab ini membuka mengapa kelompok penyakit inilah yang paling menentukan mutu layanan seorang dokter keluarga.
B3 Buku

B3 — Pengelolaan Penyakit Infeksi dan Penyakit Tropis di Layanan Primer

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Sementara Buku Tematik 2 membahas penyakit yang berkembang perlahan selama bertahun-tahun, bab-bab berikut membahas penyakit yang bisa mengubah nasib pasien hanya dalam hitungan hari — kadang jam. Kecepatan pengenalan pola menjadi kunci di sini.
B4 Buku

B4 — Kesehatan Ibu, Anak, dan Remaja di Layanan Primer

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Tidak ada bidang lain dalam kedokteran keluarga yang menunjukkan lebih jelas bahwa satu dokter bisa menemani satu manusia sejak sebelum ia lahir hingga ia sendiri menjadi orang tua. Bab ini membuka rangkaian perjalanan itu.
B5 Buku

B5 — Kesehatan Jiwa, Napza, dan Psikososial di Layanan Primer

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Berapa banyak pasien yang datang dengan "nyeri kepala kronik" atau "maag yang tak kunjung sembuh" sebenarnya sedang mencoba mengatakan sesuatu yang lebih dalam tanpa kata-kata yang tepat? Bab ini melatih telinga untuk mendengar hal itu.
B6 Buku

B6 — Geriatri dan Penyakit Degeneratif di Layanan Primer

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Pasien lansia yang datang dengan "hanya" satu keluhan sederhana sering kali membawa lima masalah kesehatan lain yang belum terucap. Bab ini mengajak berhenti berpikir per-penyakit dan mulai berpikir per-manusia.
B7 Buku

B7 — Kegawatdaruratan dan Sistem Rujukan Berjenjang di Layanan Primer

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Fasilitas layanan primer jarang punya alat selengkap rumah sakit — tapi ketika kegawatdaruratan datang tiba-tiba di depan pintu, tidak ada waktu untuk merujuk pikiran ke tempat lain. Bab ini melatih keputusan cepat dengan sumber daya terbatas.
B8 Buku

B8 — Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Bayangkan mengobati sepuluh pasien diare dari satu RT dalam satu minggu tanpa pernah bertanya dari mana sumber air minum mereka. Bab ini mengajak dokter melangkah keluar ruang praktik dan melihat pola di baliknya.
B9 Buku

B9 — Keterampilan Prosedural di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Tangan yang terampil menjahit luka atau mengeluarkan benda asing sering kali menghindarkan pasien dari perjalanan jauh ke rumah sakit — tapi tangan yang sama harus tahu persis kapan berhenti dan merujuk.
B10 Buku

B10 — Pengelolaan Informasi dan Rekam Medis di Layanan Primer

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Diagnosis terbaik pun tak berguna bila catatannya hilang atau tak terbaca oleh dokter berikutnya yang menemui pasien yang sama enam bulan kemudian.
B11 Buku

B11 — Manajemen Praktik, POAC, dan Kepemimpinan Layanan Primer

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Dokter terbaik sekalipun tidak akan mampu menolong banyak pasien bila sistem di sekelilingnya berantakan — jadwal kacau, obat sering habis, tim tidak kompak. Buku penutup ini membahas peran yang jarang diajarkan namun sama pentingnya: memimpin sistem itu sendiri.
B12 Buku

B12 — Kesehatan Perempuan Sepanjang Siklus Hidup di Layanan Primer

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Melengkapi B4 dengan kesehatan perempuan pada fase non-hamil: pubertas, usia reproduksi, perimenopause-menopause, dan lansia — meliputi skrining, gangguan haid, kesehatan payudara non-onkologis, kekerasan berbasis gender, dan kesehatan mental terkait siklus hormonal.
B13 Buku

B13 — Kesehatan Laki-laki di Layanan Primer

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Laki-laki secara global lebih jarang mengakses layanan primer dibanding perempuan, dengan angka harapan hidup lebih rendah dan keterlambatan diagnosis penyakit kronis lebih tinggi. Buku ini membahas skrining proaktif, kesehatan reproduksi-seksual laki-laki, dan hambatan perilaku-budaya pencarian pertolongan.
B14 Buku

B14 — Kesehatan Dewasa dan Kesehatan Kerja di Layanan Primer

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Secara global hanya 10-15% pekerja memiliki akses ke layanan kesehatan kerja khusus — sisanya bergantung pada layanan primer umum. Buku ini membahas peran layanan primer sebagai lini pertama kesehatan kerja.
B15 Buku

B15 — Pelayanan Transisional: Menjembatani Perpindahan Fase Perawatan

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Titik-titik transisi perawatan — rumah sakit ke rumah, layanan anak ke dewasa, perawatan aktif ke paliatif — adalah momen risiko tinggi kegagalan komunikasi dan perburukan klinis. Buku ini membahas kerangka praktis mengelola transisi.
B16 Buku

B16 — Terapi Keluarga dalam Praktik Kedokteran Keluarga

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Meski 'keluarga' ada dalam nama spesialisasi ini, keterampilan intervensi keluarga sering kurang mendapat perhatian eksplisit. Buku ini melengkapi B1 dengan keterampilan intervensi aktif terhadap keluarga sebagai bagian tata laksana.
B17 Buku

B17 — Kedokteran Gaya Hidup: Kebugaran sebagai Terapi Utama

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Kedokteran gaya hidup (lifestyle medicine) memposisikan intervensi non-farmakologis berbasis bukti — pola makan, aktivitas fisik, tidur, manajemen stres — sebagai modalitas terapi utama (bukan pelengkap) untuk mencegah, mengobati, dan bahkan membalikkan penyakit kronis.
B18 Buku

B18 — Kompetensi Budaya dalam Konseling Perubahan Gaya Hidup

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Rekomendasi gaya hidup yang tidak mempertimbangkan konteks budaya, ekonomi, dan kepercayaan pasien cenderung gagal diikuti. Buku ini membahas kerangka National CLAS Standards dan penerapannya dalam konteks keberagaman budaya Indonesia.
B19 Buku

B19 — Perawatan Paliatif dan Hospis di Layanan Primer

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
WHO memperkirakan hanya sekitar 14% orang yang membutuhkan perawatan paliatif secara global benar-benar menerimanya. Buku ini membahas peran layanan primer dalam perawatan paliatif dasar, manajemen nyeri, dan dukungan akhir hayat di rumah.
B20 Buku

B20 — Kedokteran Perkotaan: Layanan Primer di Tengah Kepadatan dan Kesenjangan Kota

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Lebih dari separuh populasi dunia kini tinggal di perkotaan. Kota menghadirkan paradoks kesehatan: akses layanan lebih dekat secara geografis namun kesenjangan kesehatan antar-kelompok penduduk kota justru dapat lebih tajam dibanding desa. Buku ini membahas determinan kesehatan spesifik perkotaan.
B21 Buku

B21 — Kedokteran Pedesaan: Praktik Layanan Primer di Wilayah Terpencil

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Praktik kedokteran pedesaan menuntut cakupan kompetensi klinis yang lebih luas (generalisme mendalam) karena keterbatasan akses rujukan cepat, sekaligus keterampilan non-klinis khusus: manajemen sumber daya terbatas, isolasi profesional, dan pemahaman budaya masyarakat setempat.
B22 Buku

B22 — Kedokteran Masyarakat Adat: Layanan Primer yang Menghormati Kedaulatan Kesehatan Komunitas Adat

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Masyarakat adat secara global menghadapi kesenjangan kesehatan signifikan akibat sejarah marjinalisasi struktural. Buku ini membahas prinsip pelayanan yang menghormati sistem pengetahuan dan kedaulatan kesehatan masyarakat adat, relevan bagi keberagaman komunitas adat Indonesia.
B23 Buku

B23 — Kedokteran untuk Masyarakat Rentan dan Termarjinalkan

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Kelompok rentan/termarjinalkan — tunawisma, pekerja migran tanpa dokumen, penyandang disabilitas, kelompok minoritas gender-seksual, lansia tanpa dukungan keluarga — sering menghadapi hambatan berlapis mengakses layanan kesehatan. Buku ini membahas prinsip layanan yang berpusat pada kesetaraan (equity-centered care).
B24 Buku

B24 — Kedokteran Perjalanan di Layanan Primer

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Mobilitas penduduk Indonesia — baik perjalanan domestik lintas-pulau dengan risiko penyakit tropis berbeda, maupun perjalanan internasional (ibadah haji/umrah, migrasi kerja) — menuntut kompetensi konseling pra-perjalanan dan tata laksana kondisi terkait perjalanan di layanan primer.

Materi untuk Pasien/Awam

Materi edukasi untuk pasien/masyarakat awam tentang peran dan praktik dokter keluarga.

M1 Materi

M1 — Mengenal Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer: Peran dan Bedanya dengan Dokter Umum

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Mungkin Bapak/Ibu belum familiar dengan istilah "Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer", atau biasa disingkat SpKKLP. Sederhananya, SpKKLP adalah dokter yang telah menempuh pendidikan spesialis tambahan setelah menjadi dokter umum, khusus untuk memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh di Puskesmas atau klinik — bukan di rumah sakit.
M2 Materi

M2 — Hak Pasien Saat Ditangani Peserta Didik di Layanan Primer

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Puskesmas atau klinik pratama yang bekerja sama dengan institusi pendidikan dokter spesialis kedokteran keluarga layanan primer terkadang melibatkan peserta didik — dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis — dalam pelayanan sehari-hari. Ini adalah bagian resmi dari proses mencetak dokter spesialis yang lebih kompeten di masa depan, dan dilakukan dengan pengawasan ketat.
M3 Materi

M3 — Kapan Cukup ke Dokter Keluarga, Kapan Harus Dirujuk ke Spesialis Lain?

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Sistem kesehatan Indonesia dirancang berjenjang: layanan primer (Puskesmas, klinik pratama, dokter keluarga) menjadi pintu pertama sebelum ke rumah sakit atau dokter spesialis lain. Ini bukan untuk mempersulit Bapak/Ibu, melainkan agar penanganan lebih terarah dan berkesinambungan, serta rumah sakit dapat fokus pada kasus yang benar-benar memerlukan penanganan lanjutan.

Pedoman Program Pendidikan

Dokumen tata kelola program pendidikan klinis peserta didik (PPDS KKLP) di wahana pendidikan.

P1 Pedoman

P1 — Pedoman Pendidikan Klinis Peserta Didik Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer di Wahana Layanan Primer

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (SpKKLP) memiliki karakteristik yang berbeda secara mendasar dari pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit. Wahana pendidikan utamanya adalah fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) — Puskesmas, klinik pratama, dan praktik dokter keluarga jejaring — tempat peserta didik berhadapan langsung dengan pasien dalam konteks pelayan
P2 Pedoman

P2 — SPO Supervisi dan Eskalasi Klinis Peserta Didik PPDS KKLP

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Standar Prosedur Operasional (SPO) ini mengatur mekanisme supervisi harian dan eskalasi klinis bagi peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (PPDS KKLP) di seluruh wahana pendidikan layanan primer, sebagai turunan operasional dari Dokumen 1 — Pedoman Pendidikan Klinis (P1).
P3 Pedoman

P3 — Kode Etik dan Disiplin Peserta Didik serta Dokter Pembimbing Klinis

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Kode etik ini disusun sebagai penjabaran Area Kompetensi a (etika, hukum, dan profesionalisme) dari Buku Utama (U0), diterapkan secara khusus pada konteks pendidikan klinis di wahana layanan primer, yang melibatkan relasi ganda: peserta didik sebagai pembelajar sekaligus pemberi layanan kepada pasien nyata.
P4 Pedoman

P4 — Matriks Kewenangan Klinis Bertingkat Peserta Didik (Tahun I–IV)

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Dokumen ini mengoperasionalkan prinsip pembelajaran bertahap (Buku Utama, Bab VI) dan kerangka umum kewenangan klinis bertingkat (Dokumen 1, Bab VII) ke dalam matriks konkret per Area Kompetensi dan per tahun pendidikan, sebagai acuan tunggal bagi DPK dalam menentukan tingkat supervisi yang sesuai.
P5 Pedoman

P5 — Keputusan Pimpinan Wahana Pendidikan — Pengesahan Pedoman Pendidikan Klinis

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Dokumen ini menyediakan kerangka baku Keputusan Pimpinan Wahana Pendidikan (Puskesmas/klinik pratama pendidikan) untuk mengesahkan secara formal Dokumen 1 (Pedoman Pendidikan Klinis), Dokumen 2 (SPO Supervisi dan Eskalasi Klinis), Dokumen 3 (Kode Etik dan Disiplin), dan Dokumen 4 (Matriks Kewenangan Klinis Bertingkat) sebagai kebijakan resmi yang berlaku di wahana pendidikan bersangkutan.
P6 Pedoman

P6 — Kumpulan Formulir Pendidikan Klinis (Logbook, Portofolio, DOPS/Mini-CEX)

Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG, Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Dokumen ini menyusun kerangka baku seluruh formulir yang dirujuk pada Dokumen 1 hingga Dokumen 5 Klaster Layanan Primer, agar pendokumentasian pendidikan klinis konsisten di seluruh wahana pendidikan yang bekerja sama dengan institusi penyelenggara PPDS KKLP.
Tidak ada dokumen yang cocok dengan pencarian Anda.